Mina merupakan lokasi di Tanah Haram
Makkah (Tanah yang diharamkan bagi orang selain Muslim). Mina didatangi
oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf di
Arafah. Jamaah haji tinggal disini sehari semalam sehingga dapat melakukan
sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Kemudian setelah sholat
Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah. Amalan seperti
ini dilakukan Rasulullah SAW saat berhaji dan hukumnya sunnah. Artinya
tanggal 9 Dzulhijah sebelum ke Arafah, tidak wajib bermalam di Mina.
Jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan Wukuf
di Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi karena para jamaah haji akan melempar
jumroh. Di Mina ini, pada malam hari tidur dan pada siang hari melempar
jumroh. Yaitu tanggal 10,11,12 Dzulhijah bagi jamaah haji yang melaksanakan
Nafar Awal atau tanggal 10,11,12,13 dzulhijah bagi jamaah yang melaksanakan
Nafar Tsani.Untuk tanggal di atas, amalan bermalam dan melempar jumroh
merupakan amalan wajib haji (yang jika tidak dilakukan, harus membayar
dam atau denda).
Pada hari-hari biasa di Mina kosong tidak berpenduduk, walaupun terlihat
bangunan permanen. Namun pada tanggal 10 Dzulhijah dan beberapa hari
sebelumnya dipadati para jamaah haji.
Tanah di Mina tidak boleh dimiliki oleh perorangan, yang boleh adalah
menempati untuk keperluan ibadah saja.Sesuai dengan riwayat isteri nabi,
Aisyah , "Ya Rasullullah SAW, perlukah kami buatkan di Mina untuk anda
berteduh?" , rasul menjawab ,"Jangan, sesungguhnya Mina adalah tempat
duduk orang yang lebih dahulu datang".
Tempat atau lokasi melempar jumroh terdapat di Mina, yaitu Jumrah Aqabah,
Jumrah Wusta dan Jumrah Ula.
Mina juga merupakan tempat atau lokasi penyembelihan
binatang kurban. Di Mina ada mesjid Khaif, merupakan masjid dimana Rasulullah
SAW melakukan shalat dan khutbah ketika berada di Mina saat melaksanakan
ibadah Haji.
|