Arafah merupakan tempat yang sangat penting
pada ibadah Haji, dimana di Arafah ini jamaah haji harus melakukan Wukuf.
Wukuf merupakan rukun Haji dan tanpa melaksanakan Wukuf di Arafah maka
hajinya tidak syah.
Keadaan di Arafah ini merupakan replika di Padang Mahsyar
saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian oleh Allah SWT.Saat itu
semua manusia sama di hadapan Allah SWT, yang membedakan hanyalah kualitas
imannya.
Wukuf secara harafiah berarti berdiam diri. Wukuf di Arafah adalah berada
di Arafah pada waktu antara tergelincirnya matahari (tengah hari) tanggal
9 Dzulhijah sampai matahari terbenam dengan berpakaian ihram.Pada
saat wukuf disarankan untuk memperbanyak doa sambil menghadap kiblat
dan mengangkat
kedua tangan. Juga memperbanyak taubat memohon ampunan Allah SWT.Sebab
saat wukuf adalah saat yang utama untuk berdoa, memohon ampun dan bertaubat.
Selain itu juga perbanyak ibadah lainnya seperti membaca Al
Qur'an, takbir, tahmid, tahlil dsb. Selama wukuf jangan sampai melakukan
sesuatu yang tidak pantas atau tidak sesuai dengan kesucian ibadah saat
Wukuf.
Adapun keutamaan Arafah adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW
,"Do'a yang paling baik adalah doa di hari Arafah".
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW juga bersabda ,"Tidak ada hari paling
banyak Allah menentukan pembebasan hamba-Nya dari neraka kecuali hari
Arafah".
Arafah berjarak sekitar 25 km di sebelah Tenggara Makkah dan merupakan
padang pasir yang amat luas dan di bagian belakang dikelilingi bukit-bukit
batu yang membentuk setengah lingkaran.Saat ini sudah ditanami dengan
pohon-pohon.
Pada musim haji di bawah pohon-pohon inilah dipasang tenda. bagi yang
tidak kebagian tenda cukup berteduh di bawah pohon. Untuk mengurangi
panas di setiap sekitar 20 meter dipasang pipa setinggi 6 meter yang
diatasnya
memancar air halus yang mirip gerimis, dengan tujuan menurunan suhu di
sekitarnya.
Pancaran air ini sangat bermanfaat dan dapat mengurangi banyaknya jamaah
yang terkena high stroke (tiba-tiba lemas karena matahari yang panas)
|