Jiwanya bergetar, getaran itu makin mencekam jiwanya manakala ia sudah
berdiri tepat di hadapan makam orang yang paling dimuliakan Allah. Ny. Hj. S tidak mampu membuka bibir, padahal hatinya
berseru keras. Assalamu'alaika, ya Rasullullah. Assalamu'alaika, ya Habibullah. Sesaat ia terpaku, jiwanya terjerat oleh perasaan yang baru pertama kali
hadir dalam hidupnya.
Pengalaman berziarah ke makam Rasulullah saw memberi kesan sangat dalam
pada jiwanya. Rasanya ia tidak sanggup melukiskan perasaannya saat itu dengan
kata-kata paling indah sekalipun. Pada malam hari itu Ny. Hj. S keluar dari
tempatnya menginap di Makkah, demi memenuhi panggilan hati untuk bertawaf
dan bersujud di Masjidil Haram dengan ka'bah ditengahnya.
Rasanya tak kunjung terpuaskan rasa rinduku kepada Dzat Yang Mahakasih, sehingga
air mataku menetes setiap kali aku mencium Hajar Aswad.Pada saat seperti
itu rasanya aku berada dalam genggaman Illahi : aman...., sejuk..... dan
penuh berkah......Demikianlah kenangan tak terlupakan dari Hj. S, menceritakan
kisah ruhaninya di Baitullah.
>>Sumber : Penuturan Hajjah S - Amanah No. 95
|